Jakarta (KABARIN) - Riset terbaru yang dilakukan Universitas Oslo Norwegia menunjukkan ibu menyusui mendapatkan manfaat jangka panjang terhadap penurunan berat badan.
Menurut riset baru itu terungkap bahwa wanita yang menyusui rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit di masa depan jika mereka menyusui setidaknya selama tiga bulan.
Mengutip artikel News Medical yang diterbitkan Kamis (9/4) waktu setempat, penelitian jangka panjang efek menyusui pada berat badan ini dilakukan pada ibu yang telah berhenti menyusui hingga 50 tahun.
Para peneliti menggunakan data dari Studi Wanita dan Kesehatan, yang melibatkan lebih dari 170.000 wanita di Norwegia. Studi ini baru-baru ini diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition.
Para wanita yang berpartisipasi dalam penelitian ini memiliki anak sejak tahun 1940-an.
Hubungan antara menyusui dan berat badan yang lebih rendah paling jelas terlihat pada wanita yang memiliki anak setelah tahun 1980. Wanita-wanita ini juga lebih mewakili ibu-ibu masa kini dalam hal pola menyusui dan diet.
Hasilnya didapatkan bahwa peneliti menemukan perbedaan terbesar di antara mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat dewasa muda, sebelum kehamilan.
"Kami menemukan bahwa mereka yang menyusui selama tiga hingga 15 bulan rata-rata mengalami penambahan berat badan hingga 6,5 kilogram lebih sedikit dari usia dewasa muda hingga usia paruh baya, dibandingkan dengan mereka yang hanya sedikit menyusui," kata Thorbjørn Brun Skammelsrud salah satu peneliti studi ini yang tengah menempuh studi doktoral di Departemen Nutrisi, Institut Ilmu Kedokteran Dasar di Universitas Oslo.
Lebih lanjut, riset ini menemukan bagi mereka yang memiliki berat badan normal saat dewasa muda, perbedaannya mencapai 3 kilogram jika mereka menyusui selama tiga hingga 15 bulan.
Sementara bagi wanita yang kekurangan berat badan, menyusui hanya memberikan sedikit perbedaan pada berat badan selanjutnya.
Skammelsrud menjelaskan bahwa sejauh mana pemberian ASI memengaruhi berat badan akan bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya.
"Menyusui meningkatkan pengeluaran energi, jadi secara teori menyusui seharusnya berkontribusi pada penurunan berat badan. Tetapi justru karena pengeluaran energi meningkat, beberapa wanita juga akan mengalami peningkatan nafsu makan saat menyusui," katanya.
Di Norwegia, Pemerintah umumnya merekomendasikan agar ibu menyusui sebagian selama satu tahun atau lebih jika ibu dan bayi merasa nyaman dengan hal itu.
Kebijakan ini berdasarkan studi Skammelsrud menunjukkan wanita Norwegia menyusui lebih lama dibandingkan dengan banyak negara lain.
"Ini berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Pada saat yang sama, penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa wanita mungkin memerlukan tindak lanjut tambahan setelah melahirkan, terutama mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas," katanya.
Melihat hasil temuan penelitian ini, Skammelsrud merekomendasikan agar pemberian ASI oleh ibu harus didukung oleh semua pihak yang terlibat.
Fasilitas untuk pemberian ASI yang tepat tidak hanya menunjang pertumbuhan anak, tapi juga memberi efek jangka panjang terhadap kesehatan ibu menyusui.
"Kami melihat bahwa pemberian ASI setidaknya selama tiga bulan memiliki efek positif pada berat badan wanita di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memfasilitasi pemberian ASI, dan agar wanita yang ingin menyusui diberikan dukungan yang berkualitas," tegas peneliti tersebut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026